Selamat Datang di Blog Ayo Belajar Bersama 4845 Lampung............................................................Blog ini digunakan sebagai contoh untuk pembelajaran Infomatika Peserta Didik di SMP Kartika II-2 Bandar Lampung
Tampilkan postingan dengan label Merdeka. Tampilkan semua postingan

LAPORAN GURU WALI

0 Post a Comment


Apa Itu Guru Wali?

Guru wali biasanya merujuk pada guru yang menjadi pendamping atau penghubung antara siswa, orang tua, dan pihak sekolah. Perannya lebih ke bimbingan personal dan sosial peserta didik, tidak hanya soal administrasi kelas. Guru wali biasanya ada pada program tertentu, seperti sekolah berbasis asrama, sekolah inklusi, atau program pembinaan khusus. Tugas utamanya antara lain:
Memantau perkembangan pribadi siswa.
Menjadi penghubung komunikasi orang tua dengan sekolah.
Membantu menyelesaikan masalah siswa, baik akademik maupun non-akademik. 
Menyusun laporan perkembangan siswa dalam aspek sikap, perilaku, hingga sosial emosional.

Apa Itu Wali Kelas?

Berbeda dengan guru wali, wali kelas lebih fokus pada administrasi kelas dan manajemen peserta didik. Hampir semua sekolah di Indonesia mengenal sistem wali kelas. Wali kelas bertanggung jawab mengelola satu kelas penuh dari sisi administrasi, seperti:
Mengisi raport siswa.
Menyusun absensi dan data siswa.
Menjadi penghubung antara sekolah dan orang tua dalam lingkup kelas.
Membimbing kedisiplinan dan tata tertib kelas. 

Perbedaan Mendasar Guru Wali dan Wali Kelas



Dari tabel di atas jelas bahwa guru wali lebih menekankan aspek perkembangan pribadi siswa, sementara wali kelas lebih dominan ke administrasi kelas.

Meskipun sering disamakan, guru wali dan wali kelas punya peran yang berbeda. Guru wali lebih ke arah pendampingan personal siswa, sedangkan wali kelas berfokus pada manajemen dan administrasi kelas. Jadi, saat membuat laporan, jangan sampai salah format. Untuk mempermudah, kamu bisa langsung download laporan guru wali gratis yang sudah pengajarpedia bagikan. Dengan begitu, kamu tak hanya punya referensi, tapi juga lebih paham perbedaan contoh laporan guru wali dan laporan wali kelas.

PELAJARI LEBIH LAJUT DISINI  

 

Read More »

Pembelajaran Deep Learning yang Kontekstual: Mindful, Meaningful, dan Joyful

0 Post a Comment

Dalam dunia pendidikan modern, pembelajaran deep learning menjadi salah satu pendekatan yang banyak diperkenalkan sebagai alternatif untuk mengembangkan pemahaman siswa secara mendalam dan bermakna. Berbeda dengan pembelajaran tradisional yang lebih berfokus pada penguasaan materi secara superficial, deep learning menekankan pada pengembangan pemahaman yang lebih luas, kritis, dan aplikatif terhadap topik yang dipelajari. Konsep ini bukan hanya berkaitan dengan mengingat informasi, melainkan dengan menghubungkan dan mengaplikasikan pengetahuan dalam konteks yang lebih kompleks dan relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Pembelajaran Deep Learning kini menjadi konsep penting dalam dunia pendidikan, menghadirkan pendekatan yang menekankan pada pemahaman mendalam dan relevansi konteks. Melalui deep learning, siswa tidak hanya menghafal fakta atau menguasai teknik tertentu, tetapi juga memahami makna dan relevansi dari apa yang mereka pelajari dalam kehidupan nyata. Dengan integrasi mindful, meaningful, dan joyful learning, proses pendidikan menjadi lebih kaya, memperhatikan keterlibatan emosi, relevansi, dan kebahagiaan siswa dalam belajar.

Dalam catatan ini, kita akan membahas secara singkat tentang bagaimana pembelajaran deep learning yang kontekstual dan mindful, meaningful, serta joyful dapat diterapkan. Pembahasan ini dilengkapi dengan contoh penerapan dalam situasi pembelajaran yang nyata, yang bertujuan memberikan gambaran menyeluruh tentang betapa pentingnya pendekatan ini bagi perkembangan karakter, pemahaman konsep, dan keterampilan siswa di masa mendatang.

  • Kontekstualisasi dalam Deep Learning

Kontekstualisasi dalam pembelajaran deep learning berarti mengaitkan konsep atau topik dengan pengalaman nyata atau konteks kehidupan siswa. Tujuan utama dari kontekstualisasi adalah membuat siswa memahami bagaimana pelajaran mereka dapat diaplikasikan di luar kelas. Dengan cara ini, siswa mampu memahami relevansi dan penerapan dari konsep yang mereka pelajari.

Sebagai contoh, dalam pelajaran biologi tentang ekosistem, guru dapat membawa siswa ke lingkungan sekitar untuk mengamati ekosistem lokal. Melalui observasi langsung, siswa dapat melihat bagaimana organisme berinteraksi, memahami rantai makanan, serta dampak manusia terhadap ekosistem tersebut. Pengalaman ini akan membuat pelajaran lebih bermakna karena siswa dapat menghubungkannya dengan kondisi nyata. Pendekatan ini menumbuhkan pemahaman yang lebih mendalam karena siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga melihat penerapannya langsung dalam lingkungan.

Di samping itu, kontekstualisasi membantu siswa memahami relevansi budaya dan sosial dalam materi yang mereka pelajari. Misalnya, dalam pelajaran sejarah, siswa bisa diajak untuk menggali sejarah lokal atau keluarga mereka. Proses ini tidak hanya membuat siswa lebih dekat dengan pelajaran, tetapi juga meningkatkan minat mereka dalam memahami asal-usul dan identitas sosial-budaya mereka sendiri.

  • Pembelajaran Mindful dalam Deep Learning

Mindful learning adalah proses pembelajaran di mana siswa belajar dengan kesadaran penuh, fokus, dan terlibat secara aktif dalam apa yang sedang mereka pelajari. Mindfulness dalam pendidikan bukan hanya tentang meditasi, tetapi juga tentang menciptakan kondisi di mana siswa merasa nyaman, fokus, dan dapat mengamati serta memahami materi secara lebih dalam tanpa gangguan.

Salah satu contoh penerapan mindful learning dalam deep learning adalah melalui pendekatan Project-Based Learning (PBL). PBL mendorong siswa untuk fokus pada satu proyek besar yang membutuhkan konsentrasi dan pemahaman mendalam. Misalnya, dalam pelajaran ilmu sosial tentang perubahan iklim, guru dapat meminta siswa untuk membuat proyek penelitian terkait dampak perubahan iklim di daerah mereka. Dengan berkonsentrasi pada satu proyek besar, siswa belajar untuk memproses informasi dengan cermat, memperhatikan detail, dan melibatkan diri mereka secara penuh.

Pendekatan mindful juga membantu siswa untuk lebih sadar akan proses belajar mereka. Misalnya, guru dapat mengajarkan teknik mindfulness seperti pernapasan dalam atau refleksi pribadi sebelum atau sesudah belajar untuk membantu siswa mengelola emosi dan stres. Teknik ini membantu siswa untuk tetap fokus, rileks, dan mampu menyerap materi dengan lebih baik, sehingga mereka dapat memahami materi secara mendalam.

  • Pembelajaran Meaningful dalam Deep Learning

Pembelajaran meaningful adalah proses pembelajaran di mana siswa merasa bahwa apa yang mereka pelajari memiliki makna dan relevansi dalam kehidupan mereka. Pembelajaran meaningful sangat penting dalam deep learning karena memungkinkan siswa untuk merasa bahwa ilmu yang mereka peroleh bukan hanya sekadar angka atau fakta di atas kertas, tetapi sesuatu yang berharga dan relevan.

Sebagai contoh, dalam pelajaran matematika, alih-alih hanya mengajarkan rumus, guru dapat mengaitkan konsep matematika dengan aktivitas kehidupan sehari-hari seperti mengelola anggaran atau menghitung bunga tabungan. Dengan memberikan contoh nyata, siswa lebih mudah memahami aplikasi praktis dari materi yang mereka pelajari. Selain itu, pendekatan meaningful ini membantu siswa untuk melihat bahwa keterampilan yang mereka pelajari memiliki kegunaan nyata di kehidupan mereka, baik sekarang maupun di masa depan.

Dalam pelajaran bahasa Indonesia, guru dapat mengajak siswa untuk menulis cerita atau artikel tentang topik yang mereka minati, seperti cerita tentang lingkungan atau peristiwa lokal. Melalui tugas seperti ini, siswa akan merasa bahwa keterampilan menulis dan bahasa yang mereka pelajari memiliki makna yang lebih dalam karena bisa disesuaikan dengan minat dan pengalaman mereka.

  • Pembelajaran Joyful dalam Deep Learning

Joyful learning atau pembelajaran yang menyenangkan merupakan elemen penting dalam menciptakan pengalaman belajar yang positif. Ketika siswa merasa bahagia dan tertarik selama proses belajar, mereka lebih mudah untuk menyerap informasi dan mempertahankan apa yang telah mereka pelajari. Pembelajaran joyful tidak hanya tentang bermain atau beraktivitas tanpa beban, tetapi menciptakan pengalaman belajar yang interaktif, menantang, dan penuh rasa ingin tahu.

Contoh pembelajaran joyful bisa dilihat dalam penggunaan gamifikasi. Guru dapat mengubah proses pembelajaran menjadi permainan dengan memberikan poin, tantangan, atau penghargaan untuk setiap pencapaian siswa. Misalnya, dalam pelajaran geografi, siswa dapat diajak bermain permainan kuis berbasis tim di mana mereka harus menjawab pertanyaan seputar negara, iklim, atau benua. Kegiatan ini bukan hanya membuat suasana kelas lebih menyenangkan, tetapi juga mendorong siswa untuk berkolaborasi dan memotivasi mereka untuk lebih bersemangat dalam belajar.

Selain itu, joyful learning juga bisa diterapkan melalui kegiatan seni. Dalam pelajaran sains, siswa dapat diajak untuk membuat model atau ilustrasi visual dari konsep yang dipelajari, seperti sistem tata surya atau siklus air. Melalui aktivitas ini, siswa bisa mengekspresikan kreativitas mereka sambil memahami konsep ilmiah dengan cara yang lebih menarik dan menyenangkan.

  • Penerapan Kontekstualisasi, Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning dalam Satu Kegiatan Terpadu

Salah satu contoh kegiatan yang dapat mengintegrasikan kontekstualisasi, mindful, meaningful, dan joyful learning adalah melalui program “Belajar di Luar Kelas.” Program ini memungkinkan siswa untuk belajar secara langsung di lapangan, seperti mengunjungi museum, pusat konservasi alam, atau tempat bersejarah.

Misalnya, dalam program kunjungan ke hutan mangrove, siswa belajar tentang ekosistem hutan mangrove, pentingnya menjaga kelestarian alam, dan dampaknya terhadap kehidupan manusia. Kegiatan ini melibatkan kontekstualisasi, karena siswa belajar di lokasi yang nyata dan dapat melihat langsung apa yang mereka pelajari. Proses ini juga mindful karena siswa harus fokus dan mengamati lingkungan sekitar dengan seksama.

Selain itu, pengalaman ini meaningful karena siswa memahami bahwa hutan mangrove bukan hanya konsep abstrak dalam buku, tetapi ekosistem yang penting bagi kehidupan. Joyful learning tercipta melalui kegiatan interaktif seperti menjelajahi hutan, berdiskusi dengan pemandu lokal, dan berinteraksi langsung dengan alam.

Pembelajaran deep learning yang mengintegrasikan kontekstualisasi, mindful, meaningful, dan joyful learning memberikan pendekatan yang menyeluruh dalam mendidik siswa. Dengan kontekstualisasi, siswa memahami relevansi materi dalam kehidupan nyata. Melalui mindful learning, mereka belajar dengan fokus dan penuh kesadaran. Pendekatan meaningful learning membantu siswa menemukan makna dari apa yang mereka pelajari, sementara joyful learning menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan penuh antusiasme.

Pendekatan pembelajaran ini tidak hanya membekali siswa dengan pengetahuan akademik, tetapi juga mengembangkan karakter dan keterampilan hidup yang akan sangat berharga bagi mereka di masa depan. Pembelajaran deep learning yang kontekstual, mindful, meaningful, dan joyful mendorong siswa untuk menjadi pembelajar yang berpengetahuan, bermakna, penuh rasa ingin tahu, dan bahagia dalam belajar.

Contoh :
SD https://guru.kemdikbud.go.id/bukti-karya/pdf/892514?source=BK_EXPLORATION_PAGE
SMP https://guru.kemdikbud.go.id/bukti-karya/pdf/892795?source=BK_EXPLORATION_PAGE


Read More »

Arti Kurikulum Deep Learning dalam Pembelajaran

0 Post a Comment




 "Deep learning itu bukan kurikulum. Deep learning itu pendekatan belajar. Termasuk full-full juga bukan kurikulum," ujarnya.


Arti Kurikulum Deep Learning dalam Pembelajaran


Apa itu metode belajar Deep Learning yang diwacanakan menjadi pengganti Kurikulum Merdeka?

Laman AWS menjabarkan, deep learning adalah metode yang diadaptasi dalam kecerdasan buatan (AI). Metode mengajarkan komputer untuk memproses data dengan cara seperti cara otak manusia bekerja.

Model deep learning dapat mengenali pola kompleks dalam gambar, teks, suara, dan data lain untuk menghasilkan wawasan dan prediksi yang akurat.

Dengan menggunakan metode deep learning, maka kecerdasan buatan (AI) secara otomatis bisa melaksanakan berbagai hal yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia, seperti mendeskripsikan citra atau menyalin file suara ke dalam teks.

Sebagaimaan dirujuk laman Binusdeep learning sendiri merupakan percabangan bidang machine learning yang menggunakan saraf tiruan atau disebut dengan artificial neural networks. Hal ini memiliki beberapa layers dalam memproses atau mempelajari suatu data.

Metode memungkinkan suatu komputer belajar secara otomatis melalui pengalaman yang diberikan agar sistem dapat mengidentifikasi pola kompleks dalam data.

Bila diaplikasikan dalam metode pembelajaran, maka arti deep learning adalah sebuah kurikulum yang menggabungkan tiga elemen utama, yaitu Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyfull Learning.

Masing-masing elemen dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang tidak hanya mengedepankan pengetahuan, tetapi juga pengalaman bermakna bagi para peserta didik.

Contoh Kurikulum Deep Learning dan Penerapannya

Secara umum, metode deep learning banyak diterapkan di beberapa sektor. Di antaranya seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan beberapa bidang lain.

Contoh penerapan deep learning pada sektor kesehatan adalah penggunaan sejumlah alat medis. Semisal CT scan, MRI, atau alat medis lain.

Dengan menggunakan metode deep learning, alat-alat kesehatan bisa memperoleh gambar-gambar yang dibutuhkan dalam diagnosa kesehatan. Setelah mencermati berbagai gambar tersebut, para tenaga kesehatan lalu mendeteksi penyakit pada organ dalam, seperti kanker, lesi, retinopati diabetik, dan lain lain.

Dalam bidang ekonomi, metode deep learning diterapkan di berbagai perusahaan untuk menganalisis data yang kompleks dan membantu perusahaan mengambil keputusan. Contohnya perilaku pelanggan, menganalisa permintaan pelanggan, dan lain lain.

Jika diaplikasikan dalam kurikulum pembelajaran, maka contoh Kurikulum Deep Learning dapat dipantau sesuai penggabungan tiga elemen yang mencakup Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyfull Learning.

Pada elemen Mindful Learning, para guru akan memperhatikan keunikan para siswa, termasuk potensi dan kebutuhan masing-masing yang berbeda.

Misalnya ketika masuk dalam materi tentang panas. Maka para siswa nantinya diajak untuk bereksperimen, baik di laboratorium dengan melihat bagaimana panas atau kalor terbentuk dan fungsi panas dalam kehidupan sehari-hari.

Kemudian elemen Meaningful Learning. Para siswa diajak memahami alasan di balik setiap materi pelajaran yang dipelajari dan pentingnya pelajaran itu bagi kehidupan di dunia nyata kelak.

Terakhir adalah elemen Joyfull Learning. Metode ini menjadi pendekatan pembelajaran yang tidak sekadar mengedepankan hal-hal yang menyenangkan dalam pembelajaran. Namun juga mengutamakan pemikiran yang mendalam dari para siswa terhadap setiap materi pembelajaran yang diajarkan.

Perbedaan Deep Learning dan Machine Learning

Sebagai percabangan bidang machine learning, apa saja perbedaan antara deep learning dan machine learning dalam ilmu pelatihan program atau sistem komputer?

Machine learning pertama kali dikenalkan Arthur Samuel pada tahun 1959. Cabang ilmu komputer ini secara khusus mempelajari bagaimana sebuah mesin mampu menyelesaikan masalah tanpa harus diprogram secara eksplisit.

Kemampuan machine learning berbeda dengan deep learning. Dengan deep learning, komputer memiliki kemampuan mempelajari sesuatu dan menyelesaikan tugas secara lebih dinamis.

Berikut ini adalah beberapa perbedaan machine learning dan deep learning:

Algoritma

Machine learning menggunakan algoritma untuk mengurai data, mempelajari data, dan membuat keputusan berdasarkan data yang telah dipelajari.

Sementara itu, deep learning menggunakan susunan algoritma yang berlapis-lapis untuk menciptakan “jaringan nalar buatan”. Hal ini membuat deep learning memiliki kemampuan mempelajari data dan membuat keputusan sendiri.

Data

Machine learning hanya mampu menganalisis data yang terstruktur. Namun, algoritma pada machine learning bisa menganalisis data dalam jumlah kecil.

Deep learning mampu menganalisis data yang tidak terstruktur seperti gambar, video, maupun audio.

Algoritma deep learning tidak memiliki kemampuan secara maksimal mengolah data dalam jumlah kecil. Hal ini terjadi karena algoritma deep learning sengaja dirancang untuk mengolah data dalam jumlah banyak.

Attribute Engineering (Rekayasa Fitur)

Machine learning membutuhkan rekayasa fitur. Di lain sisi, deep learning sama sekali tidak membutuh rekayasa fitur. Dengan kata lain, beberapa fitur kemungkinan bisa saling berkaitan saat proses analisis pada program machine learning.

Attribute engineering (rekayasa fitur) sendiri mengacu pada proses pemilihan dan transformasi variabel menggunakan machine learning atau deep learning saat menciptakan model analisis prediktif.

Hardware (Perangkat Keras)

Butuh perangkat keras kelas atas untuk menjalankan program pembelajaran deep learning. Selain itu, mesin yang digunakan juga harus memiliki kemampuan mumpuni untuk mengolah data dalam jumlah besar. .

Sementara itu, program pembelajaran machine learning cukup membutuhkan mesin kelas menengah atau bahkan kelas bawah untuk mengolah data secara optimal.

Penerapan

Penerapan model machine learning adalah sistem rekomendasi pada e-commerce. Algoritma machine learning akan menganalisis data produk yang sebelumnya dicari untuk memberi rekomendasi serupa.

Contoh lain penerapan machine learning adalah asisten virtual seperti Google Assistant, Alexa, Cortana, dan Siri.

Sementara penerapan deep learning bisa ditemukan pada fitur face unlock di smartphone. Fitur ini berfungsi membuka kunci pada HP dengan mendeteksi wajah pengguna.

Contoh :

SD https://guru.kemdikbud.go.id/bukti-karya/pdf/892514?source=BK_EXPLORATION_PAGE
SMP https://guru.kemdikbud.go.id/bukti-karya/pdf/892795?source=BK_EXPLORATION_PAGE


Read More »

45 Butir Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila

0 Post a Comment



1.        Ketuhanan Yang Maha Esa


(1)   Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

(2)   Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

(3)   Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama
dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

(4)   Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

(5)   Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.

(6)   Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.

(7)   Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

 

2.    Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab


(1)   Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.

(2)   Mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturrunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.

(3)   Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.

(4)   Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.

(5)   Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.

(6)   Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

(7)   Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.

(8)   Berani membela kebenaran dan keadilan.

(9)   Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia. (10) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

 

3.        Persatuan Indonesia



(1)   Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.

(2)   Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.

(3)   Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.

(4)   Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.

(5)   Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

(6)   Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika. (7) Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

 

4.    Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan


(1) Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.

(2)   Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.

(3)   Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.

(4)   Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.

(5)   Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil
musyawarah.

(6)   Dengan i’tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan
melaksanakan hasil keputusan musyawarah.

(7)   Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.

(8)   Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.

(9)   Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai
kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan
bersama.

(10) Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

 

5.        Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia


(1)     Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.

(2)     Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.

(3)     Menjaga keseimbangan antara hak
dan kewajiban.

(4)     Menghormati hak orang lain.

(5)     Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.

(6)     Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.

(7)     Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup
mewah.

(8)     Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan
kepentingan umum.

(9)     Suka bekerja keras.

(10) Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.

(11) Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.


Read More »

KURIKULUM MERDEKA TIDAK JADI MERDEKA

0 Post a Comment



Kurikulum Merdeka
resmi ditetapkan sebagai kurikulum nasional mulai tahun ajaran baru 2024/2025. Namun, implementasinya tetap bergantung pada kesiapan satuan pendidikan di jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah. Ada masa transisi hingga maksimal tiga tahun ke depan.

Penetapan Kurikulum Merdeka sebagai Kurikulum Nasional ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Peluncuran Permendikbudristek yang menjadi payung hukum diberlakukannya Kurikulum Merdeka menjadi kurikulum nasional ini dilakukan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim, Rabu (27/3/2024) di acara bertajuk Kurikulum Merdeka untuk Meningkatkan Kualiats Pembelajaran di di Jakarta.

Menurut Nadiem, Permendikbudristek memberi kepastian arah kebijakan pendidikan nasional dengan menetapkan Kurikulum Merdeka secara nasional. Bagi sekolah yang belum menerapkan, memiliki waktu dua tahun (bagi daerah non-tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)) dan tiga tahun (bagi daerah 3T) untuk belajar dan menyiapkan diri.

”Kurikulum Merdeka ini pro pada guru, siswa, dan kreativitas. Ini dasarnya. Kita tidak usah repot-repot ngomong terlalu filosofis atau akademis. Ujung-ujungnya simpel saja, kita mau membuat kurikulum yang membuat guru dan murid senang belajar. Kadang-kadang kita terlalu repot dalam terminologi yang terlalu akademis. Secara sederhana Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang membuat guru dan murid senang belajar,” kata Nadiem.

Nadiem memaparkan, transformasi pendidikan lewat merdeka belajar selama ini untuk mewujudkan sekolah yang dicita-citakan. Sekolah semestinya menumbuhkan kompetensi dan karakter semua murid untuk menjadi pelajar sepanjang hayat dengan nilai-nilai Pancasila.

Kurikulum Merdeka disebutkan fokus pada muatan esensial. Muatan wajib dikurangi untuk memberi waktu bagi pembelajaran yang lebih mendalam, bermakna, dan terdiferensiasi.

https://cdn-assetd.kompas.id/F_1lO9xOyCyMw69DIMx1ZwaFq68=/1024x1090/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2024%2F03%2F27%2Fa13ce249-06f7-43ce-bb17-140e0625a4e0_png.png

Pembelajaran pun agar lebih fleksibel dan kontekstual. Hal ini menjadikan penerapannya di sekolah bisa disesuaikan dengan karakteristik sekolah dan murid serta konteks sosial budaya setempat.

Kurikulum Merdeka juga mendukung penguatan karakter moral, termasuk spiritual, sosial, dan emosional. Penguatan karakter tidak hanya melalui mata pelajaran, tetapi juga melalui alokasi waktu khusus untuk pembelajaran yang aplikatif dan kolaboratif, seperti Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

Nadiem meyakinkan bahwa Kurikulum Merdeka justru afirmatif untuk memastikan tidak ada anak-anak yang tertinggal dalam belajar. Di Kurikulum 2013 yang lebih fokus pada materi, guru mengejar penuntasan materi sehingga kurang berpusat pada upaya pengembangan potensi siswa.

Kami ingin sekolah dan guru merefleksikan praktik pembelajaran yang meningkatkan kualitas dalam penguasaan kemampuan dasar literasi dan numerasi, kompetensi, dan karakter siswa.

Lebih lanjut, Nadiem memaparkan, dari kajian hasil Asesmen Nasional (AN), terlihat dampak Kurikulum Merdeka mampu mengatasi kesenjangan belajar dan meningkatkan kualitas pembelajaran di semua daerah. Semakin lama sekolah menerapkan Kurikulum Merdeka, skor literasi dan numerasi siswa meningkat. Capaian ini terjadi baik di sekolah daerah tertinggal maupun tidak tertinggal.

https://cdn-assetd.kompas.id/A71Z3ac2TQz4-U47NH7rghWIMPQ=/1024x707/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2023%2F03%2F16%2F7d57dfb3-154c-4cc4-a304-b20d2a7919f6_jpg.jpg

Sementara itu, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek Anindito Aditomo mengatakan, Kurikulum Merdeka disusun sejak 2020, kemudian diterapkan dan dievaluasi secara bertahap sejak tahun 2021. Saat ini sekitar 300.000 sekolah atau sekitar 80 persen, termasuk 6.000 sekolah di daerah tertinggal, sudah mulai menerapkan Kurikulum Merdeka. Adapun sekitar 20 persen sekolah yang belum menerapkannya masih ada masa transisi hingga tahun ajaran 2027/2028.

Penerapan bermakna

Anindito menegaskan, pemerintah lebih fokus pada penerapan Kurikulum Merdeka yang bermakna, yang membawa perubahan pembelajaran di sekolah dan kelas. Hal ini diharapkan menjadikan para siswa memiliki pengalaman belajar yang bermakna.

”Target kami bukan ingin dengan cepat semua atau 100 persen sekolah menerapkan Kurikulum Merdeka. Semuanya tergantung kesiapan sekolah sehingga perubahan paradigma pembelajaran yang berpusat pada siswa dilakukan berkelanjutan dan menjadi kerja kolaboratif semua pihak di sekolah,” ujar Anindito.

Menurut Anindito, sebanyak 80 persen sekolah yang sudah menerapkan Kurikulum Merdeka, baik secara sebagian maupun penuh, tetap diberi kebebasan untuk menerapkan secara bertahap. ”Secara umum, kan, banyak yang baru menerapkan satu tahun. Untuk penerapan di tahun ajaran 2024/2025, sekolah bisa langsung menerapkan di semua jenjang maupun sebagian. Intinya kita tetap mendorong implementasi Kurikulum Merdeka yang bermakna supaya berdampak pada kualitas pendidikan,” ujar Anindito.

Bagi 20 persen sekolah yang belum melaksanakan Kurikulum Merdeka dibuka pendaftaran. Sekolah dapat memutuskan sendiri rencana penerapan sesuai kesiapan. Transisi untuk sekolah di daerah non-3T selama dua tahun, sedangkan di daerah 3T selama tiga tahun.

”Kami tidak ingin di atas kertas 100 persen semua sekolah menerapkan Kurikulum Merdeka, tetapi praktik pembelajaran tidak lebih baik. Transisi yang cukup panjang ini karena kami ingin sekolah dan guru merefleksikan praktik pembelajaran yang meningkatkan kualitas dalam penguasaan kemampuan dasar literasi dan numerasi, kompetensi, dan karakter siswa,” kata Anindito.

Intan Purnama, guru SD di Kota Batam, mengatakan, sekolahnya sudah dua tahun menerapkan Kurikulum Merdeka dimulai dari mandiri belajar dan kini mandiri berbagi. Para guru pun mulai berbenah dengan cara pembelajaran yang berpusat pada siswa dan tidak sekadar menyampaikan materi dan menguji.

Ketika mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, guru diperkenalkan dengan asesmen awal untuk memahami kondisi dan latar belakang siswa. Lalu, guru menerapkan diferensiasi pembelajaran agar siswa mampu berkembang sesuai potensinya.

Para guru memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar (PMM) untuk mencari inspirasi dalam merancang materi dan perangkat pembelajaran yang efektif. Selain itu, sekolah pun semakin kolaboratif mengajak orangtua lebih terlibat, termasuk masyarakat lokal dan pemerintah setempat.

Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Meranti Sumatera Utara Khairina Lubis mengatakan, Kurikulum Merdeka memperkuat pendidikan karakter melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Perwujudan Pelajar Pancasila yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia; berkebinekaan global; bergotong royong; kreatif; bernalar kritis; dan kreatif.

”Kami mengadakan in-house training bagi guru untuk memahami P5. Selanjutnya, kami melibatkan para guru dan pengurus OSIS sebagai perwakilan murid untuk mendesain pembelajaran P5 yang sesuai dengan kondisi, kemampuan, dan aset yang dimiliki sekolah,” ujarnya. Dari diskusi ini, ucapnya, disepakati tema ”Bangunlah Jiwa dan Raganya” dengan topik ”Stop Bullying” untuk pelaksanaan P5 di sekolah.

Khairina menekankan bahwa P5 di sekolahnya tidak membebani murid atau pun orangtua karena dapat terlaksana dengan biaya nol rupiah. Dalam membuat karya, para murid berkreasi memanfaatkan benda-benda yang ada di sekitarnya serta menjalani proses bekerja sama dan berkolaborasi. Proses tersebut sangat penting dalam membentuk profil Pelajar Pancasila dan mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman, bebas dari perundungan.

Sumber Aslinya dari sini

Unduhan Perment dll ada dini


Read More »